Kendalikan Lupus Dengan Makanan Berikut

Lupus adalah penyakit autoimun kronis; Tipe yang paling umum disebut lupus eritematosus sistemik (atau SLE). Gejalanya meliputi sakit sendi rematik, rasa lelah yang ekstrem, dan mulut kering; Gejala lain adalah ruam di wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu. Lupus juga bisa merusak organ di seluruh tubuh, terutama ginjal. Meski merupakan penyakit ringan bagi kebanyakan orang, tapi bagi sebagian orang, lupus bisa menjadi serius dan bahkan mengancam nyawa.

Lupus diyakini disebabkan oleh predisposisi genetik, dipicu oleh faktor lingkungan, seperti virus; Hal itu mungkin diperparah oleh faktor lain, seperti paparan sinar matahari, infeksi, stres, makanan, dan obat tertentu.

 

Kaitan Dengan Nutrisi

Karena lupus adalah penyakit radang, akan sangat membantu jika Anda meningkatkan asupan makanan yang dapat melawan dan mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan secara keseluruhan. Namun, penting juga untuk menyadari beberapa makanan yang mungkin akan berinteraksi dengan obat tertentu. Berikut adalah beberapa panduannya, namun tetap diskusikan dengan dokter atau ahli gizi Anda jika Anda mengalami masalah saat mencobanya:

Cobalah beragam makanan. Makanlah berbagai makanan yang kaya akan antioksidan dan nutrisi. Makanan seperti brokoli, kol, dan kembang kol yang mengandung indoles yang dapat mengubah metabolisme estrogen akan memiliki dampak positif pada lupus. Mengonsumsi beragam buah, sayuran, dan biji-bijian berwarna-warni juga bisa melindungi penderita lupus akibat penyakit jantung disamping memberikan nutrisi penting.

Tambahkan omega-3. Konsumsilah makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, terutama ikan berminyak, yang memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu meringankan nyeri sendi dan kekakuan yang terkait dengan lupus. Sumber asam lemak omega-3 yang baik ialah salmon, mackerel, herring, kenari, biji rami, dan minyak rami.

Temukan sumber vitamin D. Karena kebanyakan penderita lupus perlu menghindari paparan sinar matahari, mereka harus memastikan makanan mereka memberikan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Sumber yang baik termasuk susu dan minuman kedelai, serta minuman berbahan dasar beras. Suplemen vitamin D juga kemungkinan diperlukan.

Jangan lupa kalsium. Karena steroid meningkatkan risiko osteoporosis, perbanyaklah konsumsi produk susu kaya kalsium, ikan dengan tulang, dan sayuran berdaun hijau gelap, seperti kangkung dan spinnach. Suplemen mungkin diperlukan.

Makan makanan yang kaya akan vitamin E. Penelitian awal hewan telah menemukan bahwa vitamin E dapat memperlambat perkembangan lupus. Sumber makanan terbaik dari vitamin E termasuk kacang-kacangan, biji-bijian, minyak, dan bibit gandum. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum minum vitamin E dalam bentuk suplemen.

Hindari alfalfa dalam bentuk apapun. Suplemen herbal yang mengandung alfalfa dapat memperburuk gejala lupus; Kacang-kacangan lain pun mungkin akan memiliki efek yang sama.

Hindari atau membatasi konsumsi jamur dan makanan yang diasap. Ini juga dapat menyebabkan masalah bagi penderita lupus.

Hindari makanan yang mengandung psoralens. Mayoritas penderita lupus mengalami gejala yang memburuk saat terkena sinar matahari atau lampu neon yang tidak ada pelindungnya. Hindari makanan yang mengandung psoralens, seperti seledri, parsnips, peterseli, lemon, dan limau, yang dapat meningkatkan fotosensitifitas.

Batasi makanan tinggi lemak dan tinggi protein. Banyak penderita lupus mengalami perbaikan setelah mereka menurunkan konsumsi makanan tinggi protein yang berlemak, terutama produk hewani. Beberapa ahli juga merekomendasikan diet vegetarian yang memperbolehkan konsumsi telur, susu skim, dan produk susu rendah lemak lainnya.

 

Tips pola makan menyehatkan lainnya dapat Anda temukan disini: https://www.deherba.com

 

Selain Pola Makan

Rekomendasi berikut dapat membantu mencegah atau mengendalikan agar lupus tidak bertambah parah:

Beristirahatlah. Kelelahan konstan dari lupus bisa sangat berbahaya. Istirahatlah dan tidur secukupnya agar tubuh Anda pulih kembali.

Lindungi dirimu dari sinar matahari. Hindari sinar UV dengan memakai topi dan pakaian yang rapat, juga selalu gunakan tabir surya.

Berolahraga secara teratur. Selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, olahraga dapat membantu Anda pulih dari serangan jantung, mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung, dan melawan depresi.

Jangan merokok. Merokok dapat menyebabkan penyakit arteri koroner. Bagi penderita lupus, merokok bisa sangat meningkatkan risiko jantung rusak.

Tetap ikuti aturan pengobatan. Dokter Anda mungkin meresepkan NSAID atau aspirin, obat antimalaria, kortikosteroid, atau penekan kekebalan.