Sugar Pineaviators Blog

Pembangunan Depo dan Fasilitas Stasiun Kereta Ringan Dikebut

Pembangunan Depo dan Fasilitas Stasiun Kereta Ringan Dikebut

Setelah gagal beroperasi sebelum perhelatan Asian Games, seluruh konstruksi proyek light rail transit (LRT) ditargetkan rampung pada Desember mendatang. Direktur Utama PT LRT Jakarta, Allan Tandiono, mengatakan pekerjaan utama yang sedang dikebut adalah pembangunan depo dan penyelesaian tahap akhir stasiun. “Komitmen kami, Desember ini selesai semuanya,” kata dia kemarin. Allan menjelaskan, sejauh ini, kemajuan proyek LRT rute Kelapa GadingVelodrome sekitar 87 persen. Di Stasiun Velodrome, sejumlah pekerja sedang menyelesaikan fasilitas pelengkap stasiun, seperti mengecat bekas las dan memasang lampu. Pekerja lainnya sedang merapikan fasilitas di toilet. Di depo Kelapa Gading, Jakarta Utara, pekerjaan konstruksi masih berlangsung di area non-prioritas. Area non-prioritas merupakan struktur atas depo yang nantinya akan dibangun rumah susun dan pasar. Adapun struktur bawah depo, yang dirancang untuk menopang rumah susun belasan lantai, sudah rampung.

Baca Juga : Permintaan Peralatan Berat dan Genset secara Global naik 5% 

Depo Kelapa Gading dibangun di lahan seluas 10 hektare di Jalan Pegangsaan Dua. Menurut Allan, depo itu dibangun dari beton dan disiapkan untuk pengembangan rute LRT hingga jarak 116 kilometer. Depo ini bisa menampung 196 kereta dengan bengkel di lantai dasar dan area parkir kereta di lantai dua. Sambil menunggu konstruksi depo dan tahap akhir di stasiun rampung, PT LRT Jakarta menggelar uji coba operasi kereta. Tempo ikut menjajal kereta buatan Hyundai Rotem asal Korea Selatan itu kemarin. Perjalanan dimulai dari Stasiun Velodrome menuju Stasiun Boulevard Utara di depan Mal Kelapa Gading. Kereta tiba di Stasiun Velodrome pukul 16.00. Saat kereta benar-benar berhenti, pintu kereta terbuka. Pintu otomatis pembatas peron dengan kereta pun ikut terbuka. Menurut Allan, pintu pembatas itu sekaligus berfungsi sebagai pengaman dari aliran listrik bawah LRT yang sejajar dengan rel. Di dalam kereta, dinding kabin bercat putih dengan 20 kursi berbahan fiber berkelir abu-abu. Papan LED di atas pintu menayangkan setiap nama stasiun tujuan. Adapun pegangan untuk penumpang yang berdiri terbuat dari plastik berwarna merah.

 

Di ujung gerbong, terdapat area untuk penumpang pengguna kursi roda. Tepat di dinding area itu, sebuah intercom terpasang untuk panggilan darurat. Perjalanan dari Velodrome menuju Boulevard Utara memakan waktu 15 menit, dengan kecepatan kereta sekitar 30 kilometer per jam. Selama perjalanan, tak terasa guncangan sama sekali. Penumpang bisa berjalan dengan mudah dari satu gerbong ke gerbong lainnya. Kereta tak berhenti di stasiun antara Velodrome dan Boulevard Utara. Tiba di Stasiun Boulevard Utara, kereta berhenti sekitar 10 menit, lalu kembali ke Stasiun Velodrome. Uji coba operasi LRT Kelapa Gading-Velodrome berlaku untuk penumpang terbatas. Selama masa uji coba, hanya satu rangkaian kereta yang bolakbalik menempuh jarak 4,7 kilometer antara Stasiun Velodrome dan Stasiun Kelapa Gading. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan rentang uji coba operasi kereta mulai 21 Agustus hingga 20 September mendatang. “Operasional secara fungsional ini bersamaan dengan perbaikan teknisnya,” ujarnya