Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 1

Malam hari, setelah menata bukun pelajaran esok ya untuk hari, Wildan (6) menyodorkan lembaran surat. “Bunda, ini harus ditandatangan. Minggu depan mau ada imunisasi di sekolah.” Saya baca surat itu. Surat pemberitahuan mengenai pelaksanaan imunisasi Campak di sekolah. Pada bagian bawahnya ada potongan kecil formulir yang harus diisi mengenai data diri siswa serta pernyataan bersedia tidaknya orangtua untuk membolehkan anaknya diimunisasi di sekolah. Pernyataan itu dilengkapi pula dengan tanda tangan orangtua di bawahnya.

Mengingat saya belum sempat membawanya ke dokter untuk melakukan imunisasi ulangan, saya merasa terbantu dengan program ini. Saya pikir, bukankah sama saja prinsipnya pemberian imunisasi ini dengan di klinik atau rumah sakit yang dilakukan oleh dokter? Kemudian, saya putuskan untuk menandatangani persetujuan agar Wildan bisa dimunisasi di sekolah. “Bunda, jadi boleh aku ikut imunisasi? Soalnya, temanku Lukman, katanya enggak mau disuntik di sekolah. Enggak dibolehkan sama mamanya,” cerita Wildan sambil melihat saya menandatangani surat itu. Saya memahami kekhawatiran mama Lukman.

Pentingnya Imunisasi di Usia Sekolah

Memang ada orangtua yang menolak pemberian imunisasi di sekolah. Ada beragam alasannya, seperti anaknya sudah pernah diimunisasi, khawatir dengan efek samping yang akan dialami anak, khawatir dengan penggunaan jarum suntiknya, ingin di dokter rumah sakit atau klinik saja, dan lain-lain. Itu merupakan hak orangtua untuk menentukan pilihannya. Saya memutuskan mengikutkan Wildan dengan alasan manfaat serta kepraktisannya.

Namun tak urung, program imunisasi di sekolah Wildan memunculkan rasa ingin tahu. Sebenarnya, imunisasi apa saja yang seharusnya diperoleh anak di usia SD ini? Seberapa efektif pemberian imunisasi ini di usia anak sekolah dasar? Saya kemudian mendatangi dr. Hendri Tanu Jaya, Sp.A. Berikut tanya jawab saya dengan spesialis anak yang berpraktik di Eka Hospital BSD itu; Apakah masih banyak orangtua yang melakukan imunisasi pada anakanaknya di usia sekolah dasar?

Masih ada dan saya anggap ini hal baik. Hanya, masih ada juga orangtua yang tidak tahu, ada beberapa imunisasi, baik ulangan maupun baru, yang sebaiknya diberikan di SD. Kemungkinan lain, imunisasi anak terlewat karena di usia SD umumnya anak jarang sakit. Jadi selama di SD, orangtua lupa melakukan imunisasi (ulangan).

Di usia anak masih SD sangat bagus untuk mendapatkan pelajaran tambahan bahasa asing karena otak masih sangat mudah menerima hal baru. Karena itulah sangat penting memasukkan anak ke lembaga pelatihan bahasa asing yang terbaik untuk bekal dimasa mendatang.