Perlukah Imunisasi Di Usia Sekolah Bagian 2

Apa sajakah imunisasi di usia sekolah itu? Umumnya pemberian imunisasi di usia SD adalah imunisasi ulangan dan diberikan sebagai penguat atau booster. Tapi ada juga yang benar-benar baru diberikan di usia SD seperti imunisasi HPV (Human Papiloma Virus) yang diberikan pada anak perempuan usia 10 tahun. Imunisasi ini untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Wajibkah imunisasi di usia sekolah dasar ini? Semua imunisasi dianjurkan diberikan secara lengkap, baik imunisasi dasar maupun booster (ulangan).

Macam-macam imunisasi di Sekolah

Mengingat mencegah suatu penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Kalau di usia balita imunisasi dasar terlewat, apakah di usia SD boleh diberikan? Sebaiknya diberikan. Ada istilah yang disebut catch-up imunisasi. Jadi, imunisasi yang tidak diberikan saat anak balita, sebagian besar dapat diberikan di atas usia balita. Termasuk contohnya pemberian vaksin Hepatitis B, DPT, PCV (Pneumococal Conjuntive Virus), Varisela, Tifoid, InĀ­ uenza, dan Hepatitis A.

Bagaimana dengan pemberian imunisasi yang terlewat tersebut ketika diberikan di usia sekolah. Apakah prosedurnya sama? Sebagian imunisasi diberikan dengan cara yang sama seperti pemberian pada balita. tetapi ada pula yang diberikan dengan cara, interval pemberian, serta dosis yang berbeda. Sebagai contoh, imunisasi DPT umumnya diberikan bersama dengan HiB dalam bentuk kombinasi pada usia minimal 6 minggu untuk yang pertama kali (DPT1).

Interval antara DPT 1,2, dan 3 masing-masing adalah 2 bulan, sedangkan DPT 4 (booster1) diberikan pada usia 18-24 bulan dan DPT 5 diberikan pada saat masuk sekolah usia 5 tahun. Selanjutnya diberikan TD 6 pada usia 10 tahun dan TD 7 pada usia 18 tahun. Jika DPT diberikan pada anak usia kurang dari 8 tahun dan belum pernah mendapatkan imunisasi dasar, maka DPT diberikan sebanyak 4 dosis dengan interval antara DPT 1, 2, dan 3 adalah 1-2 bulan, interval antara DPT 3 dan 4 adalah 6 bulan kemudian. Setelah anak tersebut berusia lebih dari 8 tahun, diberikan TD sebagai penguat setiap 10 tahun.

Mempersiapkan anak untuk kuliah bisa juga dimulai dari sejak dini. Selain dana yang harus siap juga bekal materi untuk bisa lolos dari tes penerimaan mahasiswa baru di universitas luar negeri. Berikut ini adalah lembaga pelatihan tes masuk universitas luar negeri terbaik.